Periksa Ban Mobil Sebelum Mudik

Periksa Ban Mobil Sebelum Mudik

Periksa Ban Mobil Sebelum Mudik – Ramadhan telah tiba. Bulan penuh berkah yang diiringi tradisi-tradisi unik di berbagai pelosok tanah air. Namun ada satu tradisi yang hampir selalu terjadi untuk semua daerah di Indonesia. Mudik lebaran merupakan kebiasaan pada awalnya, sejak pelaksanaan program transmigrasi di era orde baru.

Dalam perkembangannya, arus urbanisasi yang pesat dan tumbuhnya pusat-pusat bisnis serta perniagaan baru yang tersebar di nusantara, memicu peningkatan jumlah para pemudik. Peningkatan jumlah dan intensitas arus mudik dari tahun ke tahun, akhirnya mematri kebiasaan tersebut menjadi tradisi.

Euforia mudik terasa di semua jenis transportasi. Baik transportasi laut, udara, maupun darat, semuanya mengalami euforia yang sama. Akan tetapi, yang paling menyita perhatian adalah padatnya transportasi darat, terutama di sepanjang jalur Sumatera, Jawa, Bali, serta sebagian Nusa Tenggara.

Saat mudik tiba, jutaan pemudik memilih kendaraan pribadi, terutama mobil untuk berlebaran di kampung halaman bersama keluarga. Ada hal penting yang harus diperiksa sebelum menempuh perjalanan jauh, yang bisa mencapai ratusan kilometer dari rumah ke tempat tujuan mudik. Selain persiapan fisik, kondisi mobil, dan hal lainnya, pengendara juga mesti mengecek kondisi ban mobil.

Tingkat keausan ban harus diperhatikan dengan seksama, karena medan berat pada jalur mudik yang dilalui dan beban kendaraan yang cukub besar sangat cepat mengikis lapisan ban. Jangan menilai layak atau tidaknya ban dari penglihatan kasat mata. Meskipun terlihat masih bagus dan layak, tetap harus dicek tingkat keausannya.

Ban yang telah melewati ambang batas tingkat keausan dapat meningkatkan resiko kecelakaan, apalagi saat mudik melewati permukaan jalan yang basah. Jarak pengereman saat kondisi basah naik dua kali lipat dari pada kondisi kering. Berkendara dengan cepat saat ban haus melewati jalan yang basah bisa mengakibatkan efek hydroplanning. Pengendalian dan pengereman menjadi tidak efektif karena air membentuk lapisan antara ban dan permukaan jalan, sehingga ban tidak benar-benar menyentuhnya.

Waspadai ban yang sudah aus jika Anda memutuskan mudik menggunakan kendaraan atau mobil pribadi. Biasanya ban yang belum aus, dinilai secara kasat mata hanya memiliki satu tanda aus, tetapi hal tersebut pun sudah jadi satu tanda bahaya. Tinggi kembang minimal yang mengindikasikan tanda keausan adalah sekitar 1.6 mm. Tanda aus yang sudah terlihat itu, sebaiknya dianggap sebagai peringatan serius untuk tidak menggunakannya. Untuk pedoman dalam memperhatikan tingkat keausan ban, kita merujuk pada tiga hal penting yang berkaitan dengan kondisi ban.

Kedalaman Alur

Kedalaman alur yang tidak kurang dari 1,6 mm masih dapat ditolerir asal tidak melewati jalanan yang benar-benar basah. Jika pengendalian dan pengereman di permukaan jalan basah akan sedikit terbantu dengan kedalaman alur ban yang mumpuni.

Kerusakan atau Sobekan

Jangan menganggap sepele, sekecil apapun sobekan atau kerusakan pada ban karena dapat mengakibatkan ban meletus atau pecah.

Keretakan

Keretakan yang terjadi di permukaan ban beresiko robek jika terjadi perubahan cuaca ekstrim saat berkendara. Ban yang robek mengakibatkan gangguan serius saat pengereman dan menurunnya tingkat pengendalian kendaraan.

Perlu dicermati bahwa perbandingan jarak pengereman antara ban baru dan aus sangat signifikan bedanya. Dengan kecepatan dan titik pengereman yang sama, tingkat pengereman sama yang dilakukan menghasilkan jarak perbedaan yang tidak sama antara ban baru dan yang sudah aus. Perbedaannya bisa sejarak satu sampai dengan dua mobil.

Pengendara juga harus menyesuaikan tekanan angin yang disarankan pabrikan atau produsen ban. Tekanan angin yang tidak tepat dapat menyebabkan keausan tidak merata pada ban, dan menimbulkan kekeliruan penilaian keausan ban. Keausan yang terjadi di tengah menunjukkan bahwa tekanan angin terlalu tinggi, yang menyebabkan pemakaian berlebih pada kembangan bagian tengah. Sedangkan keausan di bagian sisi diakibatkan oleh tekanan angin yang terlalu rendah, sehingga lebih cepat mengikis kembangan bagian samping.

Rotasi ban secara teratur dapat memperpanjang usia pemakaian ban. Jadwalkan pemeriksanaan ban dan kaki-kaki mobil Anda setiap 5.000 km untuk memastikan tingkat keausan ban dan melakukan spooring serta balancing. Rekomendasi terbaik untuk kepentingan mudik adalah mengganti semua ban dengan ban baru dan cadangannya. Tidak lupa pula memasangnya di bengkel profesional dengan penyesuaikan tekanan angin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *