Kamis, 01 Oktober 2015

on

Jeep Pastikan Tetap Bertahan di Indonesia

Rupiah yang melemah dan juga adanya peraturan pajak barang mewah yang semakin mahal ternyata cukup berpengaruh pada penjualan mobil Jeep. Mobil yang bisa dibilang cukup melegenda di Indonesia tersebut terpaksa harus meningkatkan harga jualnya. Masyarakat pun mulai meninggalkan minatnya terhadap Jeep, dan penjualan mobil Jeep pun mengalami penurunan yang cukup drastis. Tahun 2014 lalu misalnya, penjualan Jeep mengalami penurunan dari angka 1.108 unit menjadi 1.065 unit pertahun. Jumlah ini jelas cukup tertinggal jauh dari para kompetitornya di segmen yang sama dari perusahaan otomotif lain. Meskipun demikian, Muhammad Al Abdullah selaku CEO Garasindo tidak begitu kecewa dengan penjualan tahun lalu itu.

jeep bertahan di indonesia

Jeep pun memutuskan untuk tetap bertahan di pasar otomotif Indonesia meskipun kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil cukup mempengaruhi penjualan mereka. Menurut Muhammad Al Abdullah, bertahannya Jeep di Indonesia adalah karena masih banyak penggemar Jeep yang tetap loyal. Hal itu membuat penjualan mobil ini diperkirakan tetap tinggi. Meskipun hampir semua produk Jeep terkena imbas PPnBM. Jeep sendiri menjadi salah satu perusahaan multinasional yang sudah menelurkan berbagai produk mobil sejak tahun 1941. Bahkan bisa dibilang, Jeep merupakan salah satu produsen mobil SUV terbaik yang pernah ada. Keloyalan penggemarnya pun membuat perusahaan yang bermarkas di Toledo, Ohio ini tetap bertahan sampai sekarang.


Tarif bea masuk sebesar 50 persen untuk semua jenis kendaraan bermotor impor dalam bentuk utuh atau CBU memang membuat parapenjual di Indonesia kelimpungan. Termasuk para penjual mobil Jeep yang mengaku sulit menyesuaikan perubahan harga. Sampai saat ini Jeep diketahui masih mengimpor beberapa mobil andalan mereka yang masih banyak peminatnya di tanah air. Kenaikan harga setiap unit mobilnya bisa mencapai 10 persen dari harga OTR (On the Road). Sebenarnya hal ini cukup disesalkan oleh banyak penjual di Indonesia karena penetapan kebijakan yang dinilai tidak tepat waktu. Ini dia yang mengakibatkan penjualan Jeep dan semua produk mobil menurun pada semester pertama.

Belakangan ini beberapa tipe mobil Jeep yang dipasarkan resmi di Indonesia seperti Cherokee, Grand Cherokee, Wrangler, Compass, dan Renegade harganya memang naik. Di Indonesia sendiri beberapa tipe mobil Jeep itu dibanderol dengan harga kisaran Rp 700 juta hingga Rp 2 miliar per unit. Padahal sebelum masuk ke Indonesia, harga mobil Jeep tidak semahal itu. Harga ini sudah naik berkali-kali lipat yang tentunya cukup memberatkan konsumen di Indonesia, terutama para penggemar mobil Jeep. Jika pemerintah tidak kunjung menanggapi permasalahan ekonomi yang semakin pelik ini, para penjual terpaksa harus memutar otak untuk tetap mempertahankan barang dagangan mereka tetap eksis di tanah air.

Namun di tengah labilnya penjualan mobil Jeep, beberapa waktu lalu dalam ajang IIMS 2015 Grasindo ternyata berhasil memecahkan rekor penjualan. Garansindo yang juga menaungi mobil Jeep berhasil menjual 152 unit mobil dan 411 unit motor. Muhammad Al Abdullah cukup terkejut dengan catatan ini. Kondisi perekonomian yang sedang melemah ternyata tidak begitu berpengaruh. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah bukti kalau produk otomotif Grasindo menjadi salah satu yang paling banyak diminati masyarakat. Termasuk mobil Jeep yang ternyata penjualannya cukup bagus. Jeep tidak akan kehilangan penggemar di Indonesia. Itu dia yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa Jeep terus bertahan di Indonesia.