Selasa, 30 Desember 2014

on

Penjualan Lesu Selama Akhir 2014 Namun Jeep Tetap Optimis

Optimis, itulah kata yang terus diteriakan oleh salah satu brand otomotif paling dihormati di muka bumi yakni Jeep. Manufaktur legendaris yang terkenal sebagai legenda Amerika itu selalu percaya diri akan kemampuannya mengatasi segala macam kendala hingga krisis sekalipun. Sejarah panjang perjalanan mereka telah membuktikan bila pabrikan pioner American muscle vehicle itu tak pernah takut menerjang segala macam badai persoalan dan selalu keluar sebagai pemenang.

promo mobil jeep wrangler

Begitupun ketika menghadapi permasalahan yang mendera dunia perotomotifan di Indonesia pada tahun 2014 ini, Jeep melalui perwakilannya di dalam negeri PT. Garasindo Inter Global menyatakan keyakinannya bila produk produk mereka tetap akan mendapat tempat tersendiri di benak para penggemarnya. Rekam jejak yang cukup mengesankan untuk sebuah brand kendaraan premium sejak pertama kali dihadirkan di negeri ini pada 2010 silam menjadi salah satu dasar optimisme tersebut.


Bahkan, APM yang juga menjadi distributor dari Dodge dan Alfa Romeo itu meyakini bila masa terberat telah dilewati dan kini industri kendaraan bermotor tanah air sedang recovery guna menyambut tahun penjualan 2015 yang akan segera dijelang sebentar lagi. Masa paling sulit adalah ketika sejumlah brand serta manufaktur harus menyiasati dua peristiwa penting di tanah air yakni Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden yang telah banyak menyedot energi juga sumber daya selama 6 bulan pertama 2014 serta saat para ATPM terutama pemegang brand premium harus beradaptasi dengan kenaikan tarif Pajak Penjualan untuk Barang Mewah / PPnBM yang diberlakukan terhitung per tanggal 19 April kemarin.

Sementara terkait tentang kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi menjelang pergantian tahun yakni bulan Oktober lalu, GIG tak terlalu merasa khawatir dan menyatakan hal itu tak berpengaruh besar terhadap performa penjualan unit mobil mereka secara keseluruhan. Sebagai sebuah kendaraan papan atas buatan Amerika Serikat, sudah tentu bila diantara banyak keunggulan mobil Jeep salah satunya adalah spesifikasinya telah dirancang untuk menggunakan bahan bakar kualitas terbaik atau dengan kata lain memiliki kadar oktan tinggi, dimana jenis BBM itu tak termasuk yang mendapat subsidi oleh Negara.

Selain itu nama besar Jeep sebagai brand kendaraan penjelajah nomor satu di dunia tentu merupakan faktor tersendiri yang membuat setiap produknya laris manis diserbu oleh para konsumen setianya. Kesuksesannya diberbagai belahan dunia juga secara langsung maupun tak langsung sangat mempengaruhi brand image mereka di tanah air. Masyarakat Indonesia yang sudah sejak lama mengagumi kegagahan serta ketangguhan dari mobil ini bahkan telah memberi label Jip untuk setiap mobil adventure berpenampilan maskulin meski mobil tersebut tidak berasal dari pabrikan ini sekalipun.

Produk seperti Grand Cherokee, Willys hingga sang icon yaitu Jeep Wrangler melalui tiga buah variantnya yang ada di tanah air yakni Rubicon, Sahara dan Sport telah menjadi identifikasi para individu papan atas yang memiliki sense of adventure tinggi. GIG juga aktif dalam mensosialisasikan line up unggulan mereka ketengah penggemarnya melalui berbagai macam event atau kegiatan yang bersifat massive namun tetap ekslusif.

Sepanjang tahun 2014 ini saja tercatat beberapa kali Jeep Indonesia melakukan promo besar-besaran seperti event Under The Pentastar yang berlangsung bulan Maret lalu hingga The Big Finish yang menjadi program pamungkas mereka di tahun ini. Sedangkan di tahun 2015 mendatang, GIG dikabarkan telah mempersiapkan beberapa calon ujung tombak andalan mereka seperti variant terbaru dari Jeep Renegade yang akan diplot sebagai entry level product dengan harga paling terjangkau diantara line up lainnya.

Brand Otomotif Jepang Menguasai Penjualan

Seperti juga tahun tahun sebelumnya, pada 2014 ini brand kendaraan bermotor yang berasal dari negeri Matahari terbit, Jepang masih terlalu perkasa untuk lawan-lawannya yang berasal dari Eropa maupun Amerika Serikat. Posisi 5 besar masih menjadi milik sah dari pabrikan yangs ecara historikal telah memiliki menancapkan kuku sangat dalam di tanah air yakni Toyota, Suzuki, Daihatsu, Honda serta Mitsubishi Motors.

Ditambah dengan Isuzu, Nissan serta pendatang baru Datsun, pabrikan asal Jepun total menguasai 96,5 persen dari market share otomotif nasional tahun ini. Sungguh sebuah angka yang sangat fantastis mengingat hingga bulan November kemarin saja tercatat penjualan mobil di tanah air telah mencapai 1.129.564 unit, dengan prediksi hingga akhir Desember penjualan akan menembus angka 1,2 juta unit, maka tak kurang dari 1,1 juta mobil Jepang telah dimiliki oleh para konsumennya hanya pada tahun ini saja.

Nippon brand juga menguasai semua kategori kendaraan baik kendaraan penumpang atau passenger cars maupun mobil niaga atau commercial vehicle dengan beberapa sub kategori seperti kendaraan keluarga atau MPV, Sport Utillity Vehicle, sedan, hatchback hingga produk kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau atau kerap disebut sebagai LCGC. Begitu pula pada kategori commercial vehicle, pick up maupun truck mereka masih terlalu tangguh untuk rival-rivalnya.

honda mobilio produk jepang

Bila dicermati secara mendalam, dominasi dari pabrikan asal negeri Shogun itu sudah mencapai level dimana setiap produk apapun yang mereka keluarkan hampir dapat dipastikan akan laris manis di pasaran. Sebut saja salah satu contoh adalah Honda Mobilio yang merupakan entry level product dari Honda Prospect motor pada kelas low MPV, meski hadir sebagai pendatang baru pada segmen paling ketat tingkat persaingannya, namun minivan yang melakukan world premiere pada ajang Indonesia International Motor Show 2013 itu langsung melesat sebagai mobil paling laris kedua di negeri ini setelah Avanza sang mobil sejuta umat keluaran Toyota Astra Motor dan memabantu produsennyameraih tingkat penjaulan tertinggi sepanjang kiprah mereka pada bursa otomotif Indonesia.

Masih dalam kategori passenger cars, satu nama yang patut dicermati adalah HR-V juga dari Honda. Crossover pertama HPM itu memang belum terlihat di jalan raya nusantara, namun gaung dan indikasi akan kesuksesan di masa mendatang telah tercetak jelas semenjak peluncurannya pada IIMS 2014 kemarin. Seperti juga kompatriotnya dari segment LMPV, small SUV itu pun mendapat apresiasi tinggi dari publik dengan jumlah indent yang sangat besar mencapai 3500 unit hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Beralih pada kategori kendaraan niaga bergenre pikap kecil adalah teritori dari Suzuki Indomobil Sales. Manufaktur berlambang S itu menguasai kelas ini dengan dua buah andalannya yakni Carry Futura 1.5 Pick Up serta Mega Carry X-Tra. Sementara dikelas yang lebih berbobot, Mitsubishi Motor kembali membuktikan kapasitasnya sebagai produsen spesialis kendaraan tangguh dengan sejumlah andalannya seperti pick up L300, Colt Diesel hingga brand truck dan bus mereka yaitu Fuso.

Diluar The Fabulous Five, Nissan Motor Indonesia masih mencoba mengintip celah untuk memasuki kasta elite tersebut melaluin flagshipnya All New Nissan Xtrail yang baru diperkenalkan juga pada ajang IIMS bulan September kemarin. Isuzu pun nampaknya ingin kembali bangkit dalam peta persaingan industri kendaraan bermotor dengan menghadirkan MPV / SUV bernama Delica D5. Bagaimana dengan pabrikan asal Eropa, Amerika atau Korea ? nampaknya mereka harus menghadirkan sesuatu yang sangat luar biasa bila ingin menggoyang dominasi Jepang dalam bursa kendaraan bermotor nasional.