Rabu, 14 Agustus 2013

on

Chrysler 300C Hadir Di Indonesia

chrysler 300c 2013

Bursa otomotif Indonesia kembali diramaikan oleh produk Amerika. Kali ini yang mencoba peruntungan adalah Chrysler 300C. Dari namanya saja sudah sangat asing bukann namun jika anda tengok sepintas aneka gambar yang beredar di internet terkait dengan nama ini, mungkin kesannya mobil ini pasti rakitan dari Bentley. Namun tebakan ini salah. Mobil ini sejatinya adalah hasil kerjasama Daimler dan Chrysler yang juga memproduksi Jeep Wrangler Rubicon dan juga Jeep Wrangler Sahara. Sedan besar ini pertama kali muncul di New York Auto Show 2003. Unit pertama seri ini dijual satu tahun kemudian. Sebagai mobil ala Amerika, sedan mewah ini hadir dengan desain bodi yang lebih lebar dan beratap rendah. Untuk pasar Indonesia, import dilakukan oleh PT Garansindo Inter Global. Dari segi kelas, Chrysler 300C adalah kompetitor bagi Mercedez-Benz E-class, Audi A6 dan BMW Seri 5.

Dari segi desain, Chrysler 300C jelas tampil beda. Namun yang menarik adalah beberapa komponennya sebenarnya cukup klop dengan Mercedes-Benz E-class.  Jika anda butuh sub struktur kolong mobil, perkabelan, suspensi belakang, transmisi otomatis 5 kecepatan dan steering column, maka komponen Mercedes W210 bisa jadi alternatif. Sedangkan dari Mercedes W220, anda bisa memanfaatkan suspensi depannya untuk Chrysler 300C. Namun perlu juga diingat bahwa Chrysler 300C lebih panjang 205 mm, lebih tinggi 30 mm dan lebih lebar 82 mm dari W210.

Bagi pecinta Audi A6, pastinya bisa merasakan samar-samar racikan desain yang “dicuri” berupa pola grille lebar tanpa terbelah bumper plus desain yang lurus di samping mobil.  Meskipun desain ala Eropa muncul di Chrysler 300C, bukan berarti desain ala Amerika tenggelam. Lampu utamanya sangat khas muscle car lengkap dengan sentuhan ornamen krom. Untuk fender dibuat lebar dan tebal sehingga cocok dengan velg besar yang banyak disukai di Amerika. Sebagai mobil dengan transmisi otomatis, Chrysler 300C sudah menerapkan 3 teknologi andalan yang dijamin akan membuat pergantian gigi terasa akurat dan lembut.  Daro sisi interior, anda bisa merasakan ruang kaki dan kepala yang cukup lega.

Bidang pandangpun terasa lebih lebar. Namun tetap saja, bagi yang belum terbiasa, perlu untuk sabar dalam beradaptasi dengan panjangnya bonnet agar aman saat berkendara di lalu lintas yang ramai.   Jok standard sudah dibalut dengan kulit warna abu-abu. Jika dibandingkan dengan Mercedes-Benz E300, joknya terlihat biasa saja karena tidak ada fitur pijat. Namun kenyaman Chrysler 300C justru muncul saat mesin dimatikan. Secara otomatis kursi akan mundur dan memberikan akses keluar yang lebih mudah. Saat mesin dihidupkan, kursi akan kembali ke posisi berkendara. Untuk soal daya tampung, bagasi 300C cukup lega karena bisa menampung hingga 442 liter.

Jika anda ingin memacu Chrysler 300C, mungkin anda akan kecewa. Jika dibandingkan dengan Mercy E-300 saja, Chrysler 300C masih kalah sekitar 2 detik untuk soal akselerasi. Yang menarik adalah saat di putaran tengah atau sekitar 4000 hingga 5000 rpm, performa Chrysler 300C bisa dibilang lumayan.  Mobil ini akan memberi kenyaman total terutama saat di jalan bebas hambatan.  Untuk pengereman, Chrysler 300C butuh waktu 2,7 detik dan jarak 27,5 meter untuk berhenti dari 80 km/jam. Secara umum, Chrysler 300C adalah pilihan terbaik bagi pengendara yang sering menempuh perjalanan jauh. Untuk mendaptkan yang terbaik dari mobil ini, pedal gas perlu untuk dimainkan secara bertahap.  Dan sekali lagi jangan pernah memaksakan diri memacu si bongsor di tengah lalu lintas yang padat.